Andi Sadha yang lulus dari Oklahoma
University memulai kariernya pada tahun 1996 di Ogilvy sebagai Media Planner. Pada tahun 2002 bersama
beberapa orang teman, Andi membentuk Activate
Media yang sekarang menjadi salah satu Leading
Media Specialist di Indonesia.
Activate yang tadinya berjumlah
hanya 6 orang, sekarang sudah memiliki 90 orang karyawan. Perkembangan pesat
ini terjadi dalam waktu 8 tahun. Activate yang sudah memiliki klien-klien besar
dalam berbagai industri. Andi sendiri telah dianugrahi sebuah Media Person
Award pada 2007 oleh majalah advertising di Indonesia, Cakram. Selain itu,
Andi juga masuk dalam daftar 100 Indonesia Youngsters Inc 2010 versi majalah SWA yang terbit pada Mei 2010 lalu.
Andi juga masuk dalam daftar 100 Indonesia Youngsters Inc 2010 versi majalah SWA yang terbit pada Mei 2010 lalu.
Awal kariernya dimulai di
Jakarta. Andi yang tadinya tinggal di Bali, setelah lulus kuliah dari Amerika
dan kembali ke Indonesia, ingin tinggal di Jakarta. Namun, saat itu dia tidak
tahu mesti tinggal dimana. Untungnya roommate Andi waktu di Amerika berbaik
hati dan menawarkan Andi untuk tinggal di rumahnya.
Dari zaman kuliah, Andi sudah
memiliki passion untuk bekerja di dunia advertising.
Nah, ketika lulus kuliah, lagi-lagi dia beruntung. Seorang teman yang sudah
lebih dulu bekerja di sebuah advertising
agency mengirimkan Andi daftar 20
agencies terbaik. Andi kemudian mulai mengirimkan resume ke 20 perusahaan tersebut.
Dari situ Andi mendapatkan
panggilan interview di Ogilvy. Dengan background pendidikan marketing, Andi
masuk di entry level sebagai Account
Executive. Meski lulusan Amerika, dia tidak malu untuk memulai karirnya
dari nol. Dia bekerja sambil belajar selama 3 tahun di Ogilvy, kemudian pindah
ke Starcom.
Ketika di Starcom, Andi mulai
berpikir untuk memulai bisnis sendiri. Dia tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya
kerja dengan orang lain di media agency. Namun, pada saat yang sama, tawaran
yang cukup menggiurkan datang dari former bosnya di Ogilvy. Andi diminta untuk
kembali ke Ogilvy untuk memimpin Account
Department, tapi dia memutuskan untuk memulai bisnis dengan beberapa mitra
bisnisnya.
Lucunya, ketika bisnis itu sudah
dibentuk, pada hari pertama bekerja, masuk kantor, duduk, lalu menyalakan
computer, Andi bingung apa yang harus dia perbuat. Dia dan partner bisnisnya
memang sama-sama punya pengalaman banyak, tetapi
mereka lupa ada sesuatu yang terlupakan, mereka pada waktu itu belum memiliki
klien!
Selama 3 bulan pertama, Andi dan
partnernya mendatangi kurang lebih 22 klien. Mereka sibuk mencari kesempatan
untuk mendapatkan klien pertamanya. Respons dari semua klien yang didatangi
selalu sama, mereka senang dengan presentasi Andi, tetapi meeka belum ingin
pindah dari media agency yang mereka pakai saat itu.
Next Page
Next Page

0 komentar:
Posting Komentar