Dengan kata lain, penolakan demi
penolakan pun mereka hadapi pada tiga bulan pertama perusahaannya berdiri.
Dalam memimpin perusahaannya,
Andi sadar bahwa ada kalanya dia harus menjadi seorang leader, tetapi ada
kalanya dia harus menjadi bagian dari tim, alias menjadi team member. Dari pengalaman, Andi belajar bahwa sehebat apapun,
tidak aka nada yang bisa melakukan segala sesuatu sendirian.
Ada kalanya pemimpin harus
menjadi team player yang baik. Pemimpin yang baik harus memastikan bahwa
ordinates-nya memiliki
kesempatan untuk bertumbuh. Banyak tipe pemimpin yang takut mengangkat orang yang lebih dekat atau lebih hebat atau lebih pintar daripada dia karena posisinya akan tergantikan. Menurut Andi, “A leader must invest his time groom ‘the giants’, then your company will be a company of giant. If you hire a dwarf, your will be company of dwarf”.
kesempatan untuk bertumbuh. Banyak tipe pemimpin yang takut mengangkat orang yang lebih dekat atau lebih hebat atau lebih pintar daripada dia karena posisinya akan tergantikan. Menurut Andi, “A leader must invest his time groom ‘the giants’, then your company will be a company of giant. If you hire a dwarf, your will be company of dwarf”.
Musuh terbesar yang bisa membuat
sebuah tim tidak bekerja lebih baik adalah ego. Ketika semua anggota tim merasa
dirinya lebih baik dari yang lain, itu berbahaya. Sudah merasa paling benar,
ditambah lagi memiliki sikap yang tidak open minded, alias tidak mau mendengar
apa pendapat orang lain. Kedua hal tersebut sangat mampu membawa tim pada
kehancuran.
Jangan heran kalau keadaan ini
juga di perusahaan yang memiliki banyak orang kreatif. Saking kreatifnya,
kebanyakan dari mereka masing-masing berusaha untuk mempertahankan idealismenya
supaya ide nya lah yang dijalankan.
Untuk menjadi seorang team player
yang baik, Anda harus mampu mengidentifikasi kelemahan Anda dulu. Kemudian bekerja
sama dengan orang lain yang memiliki kelebihan yang bisa melengkapi kelemahan
Anda. Pemikiran itulah yang Andi tanamkan di perusahaannya. “Daripada melihat orang yang jelek-jeleknya
saja, lebih baik kita ambil bagus-bagusnya, kemudian dijadikan satu kekuatan,”
kata Andi.
Setiap anggota tim harus bisa
mengerti bahwa mereka masing-masing memiliki strength dan weakness
yang berbeda-beda. Try to mix and match.
Cari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota tim, kemudian cobalah
untuk meng-cover semua kelemahan tim
sehingga output yang dihasilkan oleh
tim akan lebih maksimal.

0 komentar:
Posting Komentar