Pasti banyak orang yang penasaran bagaimana awal mulanya KasKus, the biggest online community in Indonesia, lahir. Namun, saya yakin kamu sudah tahu siapa orang yang menciptakan KasKus. Dia adalah Andrew Darvis, lulusan dari Art Institute of Seatle, Jurusan Multimedia dan Web Design. Selain itu dia juga lulusan Master of Computer Science dari Seatle University, Amerika Serikat.
Ketika lulus SMA tahun 1998,
Andrew yang memang sudah memiliki minat kearah web design, berusaha mencari
sekolah yang tepat dengan jurusan tersebut. Namun, menurutnya, di Indonesia
belum ada yang bagus saat itu. Melalui rekomendasi seorang teman, Andrew pun
nekat terbang ke Amerika untuk melanjutkan kuliahnya.
Ketika di Seatle,
dia melihat banyaknya anak Indonesia yang homesick alias kangen sama Indonesia. Dia pun bersama kedua temannya berpikir untuk membuat sebuah website sejenis new portal yang didedikasikan untuk anak-anak Indonesia. Tujuannya? Supaya mereka bisa tambah dekat dengan Indonesia. Bagaimana caranya? Merekapun mulai mencari berita tentang Indonesia dari CNN dan beberapa sumber lainnya. Lalu, mereka terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan mereka posting di-websitenya. KasKus pun lahir.
dia melihat banyaknya anak Indonesia yang homesick alias kangen sama Indonesia. Dia pun bersama kedua temannya berpikir untuk membuat sebuah website sejenis new portal yang didedikasikan untuk anak-anak Indonesia. Tujuannya? Supaya mereka bisa tambah dekat dengan Indonesia. Bagaimana caranya? Merekapun mulai mencari berita tentang Indonesia dari CNN dan beberapa sumber lainnya. Lalu, mereka terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan mereka posting di-websitenya. KasKus pun lahir.
Akan tetapi, cara kerja seperti
itu ternyata cukup melelahkan. Di tengah tugas sekolah yang cukup banyak mereka
harus menyisihkan waktu untuk mengelola web tersebut. Selain menyita waktu, apa
yang mereka lakukan saat itu memang tidak menghasilkan uang.
Tidak lama kemudian, kedua teman
Andrew menganggap hal yang mereka lakukan hanya buang-buang waktu. Andrew pun
tinggal sendirian untuk mengurus web tersebut. Dari situ, Andrew mengubah
konsep KasKus menjadi semacam komunitas, forum board; dimana orang bisa saling
berinteraksi, post artikel dan sebagainya.
Andrew pun kemudian membeli
sebuah software yang bisa membantunya mengelola web. Software ini bisa
menghitung secara otomatis berapa orang yang berkunjung, mengatur posting,
reply dan yang lainnya. Situs tersebut awalnya hanya dikunjungi oleh
teman-teman Andrew di Seatle, antara 5 – 10 orang dan awalnya yang heboh adalah
forum game-nya. Tidak heran, karena pada saat itu memang lagi ngetop-ngetopnya
game yang namanya Counter Strike. Seiring berjalannya waktu, user-pun mulai
bertambah. Perubahan strategi yang awalnya sebagai news portal menjadi online
community membuat tugas Andrew semakin lebih ringan. Dia tinggal memanage
server dan forum nya saja. Dia tidak perlu mencari berita untuk isi content
sampai sekarang. Lantas, kenapa Andrew memilih nama KasKus? Temukan jawaban di
artikel selanjutnya.

0 komentar:
Posting Komentar