Kamis, 03 Oktober 2013

Kisah Sukses Andrew Darwis, Founder dan Chief Technical Officer KasKus (bagian 4)

Prev Page

Kisah Sukses Andrew Darwis, Founder dan Chief Technical Officer KasKus


Menurut Anda apakah Andrew sempat stress? Ya, Andrew saat itu sangat terbebani oleh hal tersebut. Kemungkinan yang harus dia hadapi saat itu adalah KasKus masih bisa bangkit lagi atau mati. Ketakutan Andrew sangat beralasan. Pengguna KasKus saat itu bisa saja langsung meninggalkan KasKus, ngapain KasKus? Wong postingannya kosong.

Yang mengharukan dan sungguh tidak disangka oleh Andrew adalah tingginya solidaritas para Kaskuser. Mereka bilang pada Andrew bahwa
mereka siap untung memposting kembali apa yang mereka punya. Seadanya. Setiap hari artikel hasil postingan ulang para Kaskuser pun bermunculan.

Apakah selesai sampai di situ saja tantangan yang dimiliki KasKus? Tidak, dan pastinya tantangan yang dihadapi KasKus seperti layaknya hidup ini, tak aka nada habisnya. Meski masalah hacker dan pornografi sudah mampu diselesaikan oleh Andrew dan tim, KasKus kesulitan mencari klien. Mengapa? Karena kebanyakan orang masih image KasKus adalah situs pornografi. Banyak perusahaan dan brand yang takut untuk memasang iklan karena khawatir image-nya akan ikut rusak. Andrew-pun menyadari pentingnya untuk me-rebranding KasKus.

Mereka menggunakan beberapa cara kreatif untuk membersihkan image KasKus. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan relasi yang mereka miliki. KasKus meng-endorse beberapa artis dengan meminta mereka mengenakan baju yang dibuat KasKus sehingga makin banyak orang yang melihat. Dari situ, exposure di publik terhadap KasKus menjadi semakin bertambah dan image KasKus pun perlahan berubah di masyarakat.

Yang membedakan KasKus dengan situs jejaring social yang lain menurut Andrew adalah KasKus memungkinkan para penggunanya untuk mendapatkan teman yang benar-benar baru. Beda dengan Facebook, yang kebanyakan digunakan oleh para penggunanya untuk mencari teman yang sudah mereka kenal sebelumnya di dunia nyata. Di KasKus, Anda bisa benar-benar bertemu dengan orang lain yang belum pernah Anda kenal sebelumnya di dunia nyata sekalipun. Pada kenyataannya, mereka menjadi tersambung satu sama lain di KasKus karena kesamaan interest, karena KasKus memiliki banyak forum berdasarkan interest.

Karakter dan insting itu terbentuk serta terasah dari banyak hal. Bisa dari pengalaman kita, dari buku yang kita baca, dari orang tua, teman-teman, dan sebagainya. Banyak keputusan yang kita ambil harus dibuat dengan menggunakan insting yang kita miliki saat itu. Namun, ketika ternyata kita menemui masalah setelah mengambil keputusan, kita tidak boleh mudah menyerah dan putus asa. Menurut Andrew, kita harus persistence, tidak mudah menyerah. Kalau tahu ternyata keputusan yang kita ambil salah, berusahalah mencari jalan keluarnya. Fix the problem, find the solutions!

0 komentar:

Posting Komentar