Kamis, 03 Oktober 2013

Kisah Sukses Andrew Darwis, Founder dan Chief Technical Officer KasKus (bagian 3)

Prev Page

Kisah Sukses Andrew Darwis, Founder dan Chief Technical Officer KasKus

Pada 2008, Ken, sepupu Andrew, mengajaknya pulang ke Indonesia dan memindahkan server KasKus ke Indonesia. Menurutnya, KasKus pasti akan tumbuh lebih pesat lagi di Indonesia. Andrew mengikuti saran sepupunya. Dia pulang ke Indonesia untuk melihat market-nya. Dan, menurutnya, KasKus ternyata memang memiliki prospek untuk tumbuh berkembang dan menjadi lebih besar di Indonesia.

Menurut Andrew, memiliki powerful instinct itu penting, tapi kita juga harus melakukan research untuk mendukung insting tersebut. Ketika harus memutuskan apakah KasKus akan dipindahkan server-nya dari Seatle ke Indonesia, Andrew melakukan analisis dan riset kecil. Dari situ dia tahu bahwa 90% pengunjung KasKus memang tinggal di
Indonesia. Andrew juga melihat bahwa di Indonesia, internet sudah mulai ada di mana-mana. Akhirnya, maret 2008, server KasKus pun dipindah dari Seatle ke Indonesia.

Akan tetapi, tantangan ternyata terus datang. Ketika semua sudah dipindahkan ke Indonesia, pada minggu yang sama, keluar undang-undang pemerintah tentang pornografi. Andrew sempat mengira dia salah langkah mengikuti insting-nya itu. Andrew sempat panik karena saat itu KasKus masih memiliki forum yang cenderung vulgar. Ketika KasKus masih di Amerika, forum ini bukan merupakan masalah karena di Amerika yang dilarang adalah online child pornography.

Akhirnya yang Andrew lakukan adalah menutup forum yang bertentangan dengan undang-undang tentang pornografi tersebut. Herannya, setelah forum tersebut ditutup, pengunjung KasKus justru semakin banyak. Banyak perempuan yang jadi tertarik untuk mengunjungi KasKus. Semakin banyak orang yang membuka KasKus secara terang-terangan di mana saja, tanpa takut dikira sedang membuka situs porno.

Masalah KasKus selesai sampai di situ? Tidak! Pada Juni 2008, KasKus diserang oleh hacker lokal. Semua data sebesar 16 GB yang dimiliki KasKus selama 8 tahun hilang begitu saja. Memang ada back-up file nya, tapi itupun di Seatle, Amerika. Meski sempat terpikir oleh Andrew untuk mengambil file-file tersebut, kemudian menyuntikkannya ke KasKus, dia memilih untuk tidak melakukan itu.

Andrew pun memutuskan untuk kembali menyalakan KasKus dengan data seadanya. Yang dimaksud seadanya adalah NOL data. Ya, KasKus kembali beroperasi dengan tidak memiliki data, alias kosong. Seperti layaknya sebuah website baru, semua posting dimulai dari nol lagi.

Lalu bagaimanakah nasib KasKuser (istilah bagi pengunjung KasKus) saat itu?

Next Page

0 komentar:

Posting Komentar