Pada 2008, Ken, sepupu Andrew, mengajaknya pulang ke Indonesia dan memindahkan server KasKus ke Indonesia. Menurutnya, KasKus pasti akan tumbuh lebih pesat lagi di Indonesia. Andrew mengikuti saran sepupunya. Dia pulang ke Indonesia untuk melihat market-nya. Dan, menurutnya, KasKus ternyata memang memiliki prospek untuk tumbuh berkembang dan menjadi lebih besar di Indonesia.
Menurut Andrew, memiliki powerful
instinct itu penting, tapi kita juga harus melakukan research untuk mendukung
insting tersebut. Ketika harus memutuskan apakah KasKus akan dipindahkan server-nya
dari Seatle ke Indonesia, Andrew melakukan analisis dan riset kecil. Dari situ
dia tahu bahwa 90% pengunjung KasKus memang tinggal di
Indonesia. Andrew juga melihat bahwa di Indonesia, internet sudah mulai ada di mana-mana. Akhirnya, maret 2008, server KasKus pun dipindah dari Seatle ke Indonesia.
Indonesia. Andrew juga melihat bahwa di Indonesia, internet sudah mulai ada di mana-mana. Akhirnya, maret 2008, server KasKus pun dipindah dari Seatle ke Indonesia.
Akan tetapi, tantangan ternyata
terus datang. Ketika semua sudah dipindahkan ke Indonesia, pada minggu yang
sama, keluar undang-undang pemerintah tentang pornografi. Andrew sempat mengira
dia salah langkah mengikuti insting-nya itu. Andrew sempat panik karena saat
itu KasKus masih memiliki forum yang cenderung vulgar. Ketika KasKus masih di
Amerika, forum ini bukan merupakan masalah karena di Amerika yang dilarang
adalah online child pornography.
Akhirnya yang Andrew lakukan
adalah menutup forum yang bertentangan dengan undang-undang tentang pornografi
tersebut. Herannya, setelah forum tersebut ditutup, pengunjung KasKus justru
semakin banyak. Banyak perempuan yang jadi tertarik untuk mengunjungi KasKus.
Semakin banyak orang yang membuka KasKus secara terang-terangan di mana saja,
tanpa takut dikira sedang membuka situs porno.
Masalah KasKus selesai sampai di
situ? Tidak! Pada Juni 2008, KasKus diserang oleh hacker lokal. Semua data
sebesar 16 GB yang dimiliki KasKus selama 8 tahun hilang begitu saja. Memang ada
back-up file nya, tapi itupun di Seatle, Amerika. Meski sempat terpikir oleh
Andrew untuk mengambil file-file tersebut, kemudian menyuntikkannya ke KasKus,
dia memilih untuk tidak melakukan itu.
Andrew pun memutuskan untuk
kembali menyalakan KasKus dengan data seadanya. Yang dimaksud seadanya adalah NOL
data. Ya, KasKus kembali beroperasi dengan tidak memiliki data, alias kosong. Seperti
layaknya sebuah website baru, semua posting dimulai dari nol lagi.

0 komentar:
Posting Komentar