Senin, 07 Oktober 2013

Kisah Sukses Andi Sadha, Managing Partner Activate Media (bagian 2)

Kisah Sukses Andi Sadha, Managing Partner Activate Media



Dengan kata lain, penolakan demi penolakan pun mereka hadapi pada tiga bulan pertama perusahaannya berdiri.

Dalam memimpin perusahaannya, Andi sadar bahwa ada kalanya dia harus menjadi seorang leader, tetapi ada kalanya dia harus menjadi bagian dari tim, alias menjadi team member. Dari pengalaman, Andi belajar bahwa sehebat apapun, tidak aka nada yang bisa melakukan segala sesuatu sendirian.

Ada kalanya pemimpin harus menjadi team player yang baik. Pemimpin yang baik harus memastikan bahwa ordinates-nya memiliki
kesempatan untuk bertumbuh. Banyak tipe pemimpin yang takut mengangkat orang yang lebih dekat atau lebih hebat atau lebih pintar daripada dia karena posisinya akan tergantikan. Menurut Andi, “A leader must invest his time groom ‘the giants’, then your company will be a company of giant. If you hire a dwarf, your will be company of dwarf”.

Musuh terbesar yang bisa membuat sebuah tim tidak bekerja lebih baik adalah ego. Ketika semua anggota tim merasa dirinya lebih baik dari yang lain, itu berbahaya. Sudah merasa paling benar, ditambah lagi memiliki sikap yang tidak open minded, alias tidak mau mendengar apa pendapat orang lain. Kedua hal tersebut sangat mampu membawa tim pada kehancuran.

Jangan heran kalau keadaan ini juga di perusahaan yang memiliki banyak orang kreatif. Saking kreatifnya, kebanyakan dari mereka masing-masing berusaha untuk mempertahankan idealismenya supaya ide nya lah yang dijalankan.

Untuk menjadi seorang team player yang baik, Anda harus mampu mengidentifikasi kelemahan Anda dulu. Kemudian bekerja sama dengan orang lain yang memiliki kelebihan yang bisa melengkapi kelemahan Anda. Pemikiran itulah yang Andi tanamkan di perusahaannya. “Daripada melihat orang yang jelek-jeleknya saja, lebih baik kita ambil bagus-bagusnya, kemudian dijadikan satu kekuatan,” kata Andi.

Setiap anggota tim harus bisa mengerti bahwa mereka masing-masing memiliki strength dan weakness yang berbeda-beda. Try to mix and match. Cari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota tim, kemudian cobalah untuk meng-cover semua kelemahan tim sehingga output yang dihasilkan oleh tim akan lebih maksimal.

0 komentar:

Posting Komentar