Kamis, 03 Oktober 2013

Kisah Sukses Andrew Darwis, Founder dan Chief Technical Officer KasKus (bagian 2)

Prev Page


Lantas mengapa Andrew memilih nama KasKus? Karena tujuan awalnya adalah untuk membuat website yang dikunjungi banyak orang setiap hari, sama seperti kakus (kamar mandi) yang sudah pasti dikunjungi orang setiap hari. Dari situlah terinspirasi nama KasKus. Namun KasKus sendiri adalah singkatan dari Kasak Kusuk yang memang menjadi tujuan KasKus sendiri; menjadi wadah membernya untuk berkasak-kusuk.

Andrew juga tidak pernah membuat budget untuk marketing dan pasang iklan. Yang menjadi prioritasnya adalah memastikan server berjalan dengan baik dan kalau kapasitasnya sudah penuh, baru di-upgrade. Animo ber-kaskus terus bertambah.
Sementara sampai tahun 2004, Andrew masih belum memikirkan pemasukan dari KasKus. Untuk mengoperasikan KasKus, Andrew masih hanya mengandalkan uang yang dia peroleh ketika bekerja di salah satu perusahaan internet sebagai seorang programmer.

Seorang teman kemudian mengatakan kepada Andrew untuk memakai jasa agensi iklan untuk web. Andrew pun mengikuti saran temannya itu. Jadi, dia bisa dapat uang untuk setiap orang yang meng-klik banner iklan yang ada di KasKus. Sejak itu, KasKus mulai ada pemasukan. Sebulan mulai mendapat US$ 200 dan seiring berjalannya waktu, income-nya bertambah terus, menjadi US$ 400, US$ 800 dan seterusnya.

Andrew pun semakin semangat . Dia mulai menambah server. Namun pemasukan yang didapat KasKus dari iklan seperti kejar-kejaran dengan keperluan untuk menambah infrastrukturnya. Uang yang masuk pasti keluar lagi, ya itu tadi, untuk membeli server lagi supaya KasKus bisa terus online dengan sempurna. Sampai saat ini, menurut Andrew KasKus sudah memiliki 42 server dan itupun masih kurang. Masih harus ditambah terus.

Meskipun banyak kendala yang harus dialami sejak pertama kali dia menciptakan KasKus, Andrew tidak pernah menyerah dalam mewujudkan visi dan passion-nya. Layaknya seorang entrepreneur, dia sungguh orang yang mampu melihat ke depan. Kala itu, dia telah melihat apa yang belum dilihat oleh kebanyakan orang; besarnya potensi di dunia online.

Andrew mungkin pernah hampir menyerah, namun, instingnya berkata lain. Terutama jika memasuki tahun ke-empat, dia melihat KasKus sudah mulai berkembang. Dengan hanya bermodal nekat, dan melakukan semuanya sendirian, Andrew-pun tetap bertahan dan tidak quit. Pada tahun 2007, Andrew mengundurkan diri sebagai programmer di lyrics.com demi mengurusi KasKus secara full time. Kala itu Andrew tinggal di apartemen kecil. Di sebuah kamar berukuran 2 x 3 meter dan setiap hari kerjaannya mengelola KasKus.

Kemudian Andrew berniat memindahkan servernya ke Indonesia.

Next Page

0 komentar:

Posting Komentar